================================================================================ hukum.live - STATUTORY LAWS & REGULATIONS LOOKUP ================================================================================ INQUIRY / PERTANYAAN: Article 1320 CATEGORY / BIDANG HUKUM: Corporate & Investment TARGET COMPARISON LANGUAGE: English DATE / TANGGAL: 06 November 2026, 01:06 WIB PERMANENT URL: https://hukum.live/laws/lookup/article-1320-6/ ================================================================================ -------------------------------------------------------------------------------- 1. ANALISIS HUKUM & PASAL TERKAIT (BAHASA INDONESIA) -------------------------------------------------------------------------------- ### ANALISIS HUKUM & PASAL TERKAIT (BAHASA INDONESIA) #### 1. Dasar Hukum dan Teks Otentik Statuta Ketentuan mengenai syarat sahnya suatu perjanjian diatur dalam **Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata / *Burgerlijk Wetboek*)**, Buku III tentang Perikatan, Bab II, Bagian Kedua, **Pasal 1320**: > *"Supaya terjadi persetujuan yang sah, perlu dipenuhi empat syarat:* > 1. *kesepakatan mereka yang mengikatkan dirinya;* > 2. *kecakapan untuk membuat suatu perikatan;* > 3. *suatu pokok persoalan tertentu;* > 4. *suatu sebab yang tidak terlarang."* --- #### 2. Dekonstruksi Unsur dan Klasifikasi Yuridis Doktrin hukum perdata Indonesia mengklasifikasikan keempat syarat tersebut ke dalam dua kategori pokok: ##### A. Syarat Subjektif (Menyangkut Subjek Perjanjian) 1. **Kesepakatan Para Pihak (*Consensus / Toestemming*)** * **Definisi:** Persesuaian kehendak bebas tanpa adanya cacat kehendak (*wilsgebreken*). * **Pasal Terkait:** Pasal 1321 KUHPerdata menyatakan bahwa kesepakatan menjadi tidak sah apabila diberikan karena: * Kekhilafan/kesesatan (*dwaling*, Pasal 1322); * Paksaan (*dwang*, Pasal 1323–1325); atau * Penipuan (*bedrog*, Pasal 1328). * **Konsekuensi Yuridis:** Pelanggaran terhadap syarat kesepakatan mengakibatkan perjanjian **dapat dibatalkan (*vernietigbaar / voidable*)**. Perjanjian tetap sah dan mengikat para pihak hingga adanya putusan hakim berkekuatan hukum tetap (*inkracht*) yang membatalkannya melalui gugatan pembatalan (tenggang kedaluwarsa 5 tahun berdasarkan Pasal 1454 KUHPerdata). 2. **Kecakapan untuk Membuat Perikatan (*Bekwaamheid*)** * **Definisi:** Kemampuan hukum subjek hukum untuk bertindak melakukan perbuatan hukum secara mandiri. * **Pasal Terkait:** Pasal 1329 KUHPerdata menetapkan asas umum bahwa setiap orang adalah cakap kecuali undang-undang menyatakan sebaliknya. Pasal 1330 KUHPerdata menentukan pihak yang tidak cakap: * Anak yang belum dewasa (di bawah 21 tahun dan belum menikah, diselaraskan dengan Pasal 330 KUHPerdata jo. Putusan Mahkamah Agung No. 477 K/Sip/1983); * Orang yang ditaruh di bawah pengampuan (*curatele* / kuratela). * *(Catatan: Ketentuan Pasal 1330 ayat (3) terkait wanita bersuami telah dinyatakan tidak berlaku berdasarkan Surat Edaran Mahkamah Agung No. 3 Tahun 1963 dan Pasal 31 UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan).* * **Konsekuensi Yuridis:** Perjanjian **dapat dibatalkan (*vernietigbaar*)** oleh pihak yang tidak cakap atau wakil hukumnya. ##### B. Syarat Objektif (Menyangkut Objek Perjanjian) 3. **Suatu Pokok Persoalan Tertentu (*Bepaalde Onderwerp*)** * **Definisi:** Objek prestasi perjanjian harus dapat ditentukan jenisnya dan dapat diperdagangkan (*in de handel*). * **Pasal Terkait:** Pasal 1332–1334 KUHPerdata mengatur bahwa barang yang menjadi objek persetujuan setidak-tidaknya harus ditentukan jenisnya (*bepaaldbaar*), sedangkan jumlahnya dapat ditentukan di kemudian hari asalkan dapat dihitung. * **Konsekuensi Yuridis:** Pelanggaran terhadap syarat ini berakibat perjanjian **batal demi hukum (*nietig / null and void ab initio*)**. Perjanjian dianggap tidak pernah ada sejak awal, dan para pihak dikembalikan ke status *status quo ante*. 4. **Suatu Sebab yang Tidak Terlarang (*Geoorloofde Oorzaak / Lawful Cause*)** * **Definisi:** Kausa atau tujuan dari perjanjian tidak boleh bertentangan dengan undang-undang, kesusilaan baik, atau ketertiban umum. * **Pasal Terkait:** * Pasal 1335 KUHPerdata: Suatu persetujuan tanpa sebab, atau dibuat berdasarkan sebab yang palsu atau terlarang, tidak mempunyai kekuatan hukum. * Pasal 1337 KUHPerdata: Suatu sebab adalah terlarang apabila dilarang oleh undang-undang, atau berlawanan dengan kesusilaan baik atau ketertiban umum. * **Konsekuensi Yuridis:** Perjanjian **batal demi hukum (*nietig / null and void ab initio*)**. Tidak ada hak atau kewajiban yang timbul dan tidak dapat dipaksakan pelaksanaannya di muka pengadilan. --- #### 3. Keterkaitan dengan Peraturan Perundang-undangan Kontemporer * **Undang-Undang Perseroan Terbatas (UU No. 40/2007 jo. UU No. 6/2023):** Kecakapan badan hukum diwakili oleh Direksi sesuai kewenangannya dalam Anggaran Dasar (Pasal 98 UU PT). Kontrak yang ditandatangani pihak yang melampaui kewenangan (*ultra vires*) berpotensi cacat subjek/kecakapan perwakilan. * **Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU No. 11/2008 jo. UU No. 1/2024):** Pasal 5 jo. Pasal 17 menegaskan bahwa transaksi dan kontrak elektronik mengikat secara sah sepanjang memenuhi syarat sahnya perjanjian dalam Pasal 1320 KUHPerdata. --- #### 4. Panduan Kepatuhan Praktis (*Compliance Checklist*) bagi Praktisi 1. **Verifikasi Legalitas & Otoritas Penandatangan (*Capacity Due Diligence*):** * Periksa identitas perorangan (usia KTP/paspor, status perkawinan jika memerlukan persetujuan pasangan atas harta bersama berdasarkan Pasal 36 UU Perkawinan). * Periksa Anggaran Dasar, akta penyesuaian susunan direksi terakhir, dan izin/persetujuan organ perseroan (RUPS/Dewan Komisaris) untuk korporasi. 2. **Kejelasan Objek Prestasi (*Drafting Specificity*):** * Uraikan spesifikasi barang/jasa, kuantitas, harga, dan jangka waktu secara definitif guna menghindari dalil kekaburan objek (*obscuur libel* atau ketidaktentuan objek). 3. **Klausul Keterpisahan (*Severability Clause*):** * Cantumkan klausul keterpisahan agar jika salah satu klausul dinyatakan batal demi hukum karena bertentangan dengan ketertiban umum, ketentuan lainnya dalam perjanjian tetap sah dan mengikat. -------------------------------------------------------------------------------- 2. PARALLEL STATUTORY ANALYSIS & TRANSLATION (ENGLISH) -------------------------------------------------------------------------------- ### LEGAL ANALYSIS & STATUTORY PROVISIONS (ENGLISH) #### 1. Statutory Basis and Authentic Text The fundamental requirements for the legal validity of a contract under Indonesian law are codified in the **Indonesian Civil Code (*Kitab Undang-Undang Hukum Perdata* / KUHPerdata - *Burgerlijk Wetboek*)**, Book III on Obligations, Chapter II, Part Two, **Article 1320**: > *"In order to be valid, an agreement must satisfy four conditions:* > 1. *the consent of the individuals who bind themselves;* > 2. *the capacity to conclude an obligation;* > 3. *a specific subject matter;* > 4. *a lawful cause."* --- #### 2. Legal Deconstruction and Categorization of Elements Indonesian civil jurisprudence categorizes these four criteria into two distinct classes based on the nature of the requirement: ##### A. Subjective Conditions (Pertaining to the Contracting Parties) 1. **Consent of the Parties (*Consensus / Toestemming*)** * **Definition:** A mutual meeting of the minds freely given without any defect of will (*wilsgebreken*). * **Related Provisions:** Under Article 1321 of the Indonesian Civil Code, consent is rendered invalid if obtained through: * Error or mistake (*dwaling*, Article 1322); * Duress or coercion (*dwang*, Articles 1323–1325); or * Fraud (*bedrog*, Article 1328). * **Legal Consequence:** Violation of the consent requirement renders the agreement **voidable (*vernietigbaar / dapat dibatalkan*)**. The contract remains legally binding and enforceable until a court of competent jurisdiction issues a final and binding judgment (*inkracht van gewijsde*) rescinding it pursuant to an action for annulment (subject to a 5-year statute of limitations under Article 1454 of the Indonesian Civil Code). 2. **Legal Capacity to Contract (*Bekwaamheid*)** * **Definition:** The legal competence of a legal person or entity to perform binding legal acts independently. * **Related Provisions:** Article 1329 of the Indonesian Civil Code establishes the presumption of general capacity. Article 1330 defines incapable persons as: * Minors (individuals under 21 years of age and not yet married, aligned with Article 330 KUHPerdata jo. Supreme Court Decision No. 477 K/Sip/1983); * Individuals placed under legal guardianship/conservatorship (*curatele*). * *(Note: Article 1330 paragraph (3) regarding married women was revoked pursuant to Supreme Court Circular Letter No. 3/1963 and Article 31 of Law No. 1/1974 on Marriage).* * **Legal Consequence:** The contract is **voidable (*vernietigbaar*)** at the petition of the legally incapacitated party or their lawful representative. ##### B. Objective Conditions (Pertaining to the Subject Matter and Purpose) 3. **A Specific Subject Matter (*Bepaalde Onderwerp*)** * **Definition:** The performance or object of the contract must be determinable in its nature, kind, and capable of being traded in commerce (*in de handel*). * **Related Provisions:** Articles 1332–1334 of the Indonesian Civil Code establish that the goods forming the subject matter must at least be determinable as to species (*bepaaldbaar*), while the quantity may be determined at a later stage provided it can be calculated. * **Legal Consequence:** Failure to satisfy this condition renders the agreement **null and void ab initio (*nietig / batal demi hukum*)**. The contract is legally non-existent from inception, and the parties are restored to their *status quo ante*. 4. **A Lawful Cause (*Geoorloofde Oorzaak / Legal Purpose*)** * **Definition:** The consideration, cause, or underlying purpose of the contract must not violate statutory law, public order, or good morals. * **Related Provisions:** * Article 1335 of the Indonesian Civil Code: A contract without a cause, or formed under a false or prohibited cause, has no legal effect. * Article 1337 of the Indonesian Civil Code: A cause is prohibited if it is prohibited by law, or if it is contrary to good morals (*goede zeden*) or public order (*openbare orde*). * **Legal Consequence:** The agreement is **null and void ab initio (*nietig / batal demi hukum*)**. No enforceable rights or obligations arise, and specific performance cannot be ordered by a court. --- #### 3. Interplay with Contemporary Indonesian Legislation * **Company Law (Law No. 40/2007 as amended by Law No. 6/2023):** The legal capacity of a limited liability company (*Perseroan Terbatas* / PT) is exercised through its Board of Directors in accordance with its Articles of Association (Article 98). Contracts executed by individuals acting *ultra vires* (exceeding corporate powers or lacking required approvals) incur defects in signatory capacity. * **Electronic Information and Transactions (EIT) Law (Law No. 11/2008 as amended by Law No. 1/2024):** Articles 5 and 17 recognize electronic contracts as legally valid and binding provided they satisfy the four criteria stipulated under Article 1320 of the Indonesian Civil Code. --- #### 4. Practical Legal Compliance & Risk Mitigation Guidance 1. **Verification of Authority and Capacity (Capacity Due Diligence):** * For individuals: Verify identification, age, and marital status (spousal consent for disposal of marital joint assets under Article 36 of Law No. 1/1974). * For corporate entities: Verify the latest Articles of Association, the latest registered deed of director appointment, and mandatory internal approvals (Board of Commissioners or General Meeting of Shareholders approvals). 2. **Definiteness in Contract Drafting:** * Clearly define deliverables, specifications, pricing mechanisms, and milestone schedules to preclude counterclaims alleging vagueness or indeterminability (*obscuur libel*). 3. **Inclusion of a Severability Clause:** * Incorporate a robust severability clause to preserve the enforceability of remaining provisions should any specific clause be declared null and void under Article 1337 of the Indonesian Civil Code. ================================================================================ Disclaimer: Generated by hukum.live for educational and statutory guidance purposes. ================================================================================