Hukum Korporasi, Investasi & M&A
Komparasi: Bahasa Indonesia & Mandarin Chinese (中文)
06 Nov 2026, 18:35 WIB
Pasal 27A UU ITE
Bahasa Komparasi:
Mandarin (中文)
URL Langsung:
https://hukum.live/laws/lookup/pasal-27a-uu-ite-2/
Analisis Komparasi Berdampingan
🇮🇩
Bahasa Indonesia (Hukum Nasional)
Rujukan Pasal & Analisis Yuridis Resmi
### ANALISIS HUKUM & PASAL TERKAIT (BAHASA INDONESIA)
#### 1. Dasar Hukum dan Kodifikasi
Ketentuan diatur dalam **Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas tentang Informasi dan Transaksi Elektronik ()**. Pasal ini merupakan rumusan baru hasil restrukturisasi delik pencemaran nama baik yang sebelumnya diatur dalam jo. guna menyelaraskannya dengan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana ().
#### 2. Bunyi Ketentuan Normatif
* **:**
> *"Setiap Orang dengan sengaja menyerang kehormatan atau nama baik orang lain dengan cara menuduhkan suatu hal, dengan maksud supaya hal tersebut diketahui umum dalam bentuk Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang dilakukan melalui Sistem Elektronik."*
* **Ketentuan Pidana Terkait – :**
> *"Setiap Orang yang dengan sengaja menyerang kehormatan atau nama baik orang lain dengan cara menuduhkan suatu hal, dengan maksud supaya hal tersebut diketahui umum dalam bentuk Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang dilakukan melalui Sistem Elektronik sebagaimana dimaksud dalam dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan/atau denda paling banyak Rp400.000.000,00 (empat ratus juta rupiah)."*
* **Sifat Delik – :**
> Menetapkan bahwa tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam merupakan **delik aduan (klachtdelict)**, yang hanya dapat dituntut atas pengaduan korban secara langsung atau orang yang sah mewakilinya.
* **Alasan Pembenar / Pengecualian Pidana – :**
> Perbuatan sebagaimana dimaksud dalam tidak dipidana jika:
> 1. Dilakukan demi **kepentingan umum**; atau
> 2. Dilakukan karena terpaksa untuk **membela diri**.
#### 3. Unsur-Unsur Yuridis
Untuk dapat dijerat pidana berdasarkan , seluruh elemen objektif dan subjektif berikut wajib terpenuhi secara kumulatif:
1. **Subjek Hukum (*Setiap Orang*):** Orang perseorangan (*natuurlijk person*) atau badan hukum yang diwakili oleh pengurus yang berwenang.
2. **Kesengajaan (*Dolus/Met opzet*):** Pelaku menyadari dan menghendaki perbuatan serta akibat penyerangan martabat tersebut.
3. **Menyerang Kehormatan atau Nama Baik (*Aanranding van eer of goede naam*):** Menimbulkan rasa terhina, tercemar, atau hilangnya reputasi korban di mata masyarakat.
4. **Menuduhkan Suatu Hal (*Iets telasteleggen*):** Memuat tuduhan mengenai perbuatan konkret tertentu, bukan sekadar kata-kata makian, umpatan, atau celaan umum (yang dikategorikan sebagai penghinaan ringan).
5. **Maksud agar Diketahui Umum (*Publikasi*):** Distribusi atau transmisi ditujukan agar khalayak ramai/publik dapat mengakses dan mengetahui tuduhan tersebut.
6. **Sarana Sistem Elektronik:** Dilakukan melalui media sosial, aplikasi pesan publik/grup terbuka, forum daring, atau situs web.
#### 4. Batasan Ruang Lingkup dan Subjek Korban
* **Status Korban:** Berdasarkan Penjelasan Resmi dan Putusan Mahkamah Konstitusi No. 76/PUU-XV/2017, korban penyerangan kehormatan atau nama baik dalam pasal ini harus merupakan **orang perseorangan (individu nyata)** yang identitasnya spesifik dan dapat diidentifikasi, **bukan** institusi pemerintah, badan hukum korporasi, profesi, kelompok masyarakat, atau jabatan tertentu.
* **Bukan Delik Biasa:** Polisi dilarang melakukan penyidikan proaktif tanpa adanya surat pengaduan resmi dari korban langsung.
#### 5. Panduan Kepatuhan dan Mitigasi Risiko
* **Bagi Pengguna & Korporasi:** Pastikan setiap materi publikasi, siaran pers, *review*, atau penanganan perselisihan konsumen tidak menyudutkan individu dengan tuduhan faktual yang belum terbukti secara hukum berkekuatan tetap (*inkracht*).
* **Uji Kepentingan Umum:** Kritik terhadap kebijakan publik atau pelaksanaan tugas pejabat publik sah secara hukum sepanjang berfokus pada substansi kinerja dan didukung fakta objektif demi perbaikan tata kelola, bukan penyerangan pribadi.
---
🇨🇳
中文对照与法定条款解读 (Mandarin Chinese)
Parallel Comparative Translation & Compliance Notes
### LEGAL ANALYSIS & STATUTORY PROVISIONS (MANDARIN CHINESE (中文))
#### 1. 法律渊源与法典编纂
《电子信息与交易法》()第27A条由**印度尼西亚共和国2024年第1号法律(关于2008年第11号法律第二次修订案)**正式确立。该条文重构了原2008年第11号法律第27条第(3)款(经2016年第19号法律修改)的名誉侵权罪构成要件,旨在使其与《印尼刑法典》()第310条关于普通诽谤罪的标准保持高度协调。
#### 2. 法定规范内容
* **2024年第1号法律第27A条:**
> *“任何人故意通过电子系统,以电子信息和/或电子文件的形式,通过指控特定事实的方式攻击他人的荣誉或名誉,且意图使该事实公之于众。”*
* **法定刑罚 —— 2024年第1号法律第45条第(4)款:**
> *“任何人故意实施第27A条所指之行为,通过电子系统以电子信息和/或电子文件形式攻击他人荣誉或名誉,处以最高2(两)年有期徒刑,和/或最高400,000,000印尼盾(四亿印尼盾)的罚金。”*
* **诉讼性质 —— 2024年第1号法律第45条第(6)款:**
> 明确规定第27A条所指之犯罪为**绝对亲告罪(Klachtdelict)**,唯有受害人本人或其法定代理人正式提出控告,执法机关方可立案起诉。
* **阻却违法事由/法定豁免 —— 2024年第1号法律第45条第(7)款:**
> 在下列情形下实施第27A条所述行为的,不构成犯罪,免于刑事处罚:
> 1. 出于**公共利益**;或
> 2. 被迫进行**正当防卫**。
#### 3. 第27A条之法律构成要件
依据印尼刑法原理,适用第27A条追究刑事责任必须累积满足以下全部主客观要件:
1. **犯罪主体(“任何人”):** 具有刑事责任能力的自然人,或由法定代表人代表的法人主体。
2. **主观故意(*Dolus*):** 行为人明知且有意实施攻击他人名誉的行为并追求其危害结果。
3. **攻击荣誉或名誉(*Aanranding van eer of goede naam*):** 行为客观上损害了受害人在社会评价中的人格尊严、信用或名誉。
4. **指控特定事实(*Iets telasteleggen*):** 必须指控了某项具体的事实或行为,而非仅是一般的辱骂、侮辱性词汇(一般侮辱另受轻微侮辱罪规制)。
5. **公之于众的意图(传播与公示性):** 传播或传输的目的是让不特定的公众能够知悉该指控内容。
6. **电子载体要件:** 必须通过社交媒体、公开/半公开通讯群组、网络论坛或网站等电子系统实施。
#### 4. 适用范围限制与受害人主体界定
* **受害人主体资格:** 根据2024年第1号法律的官方解释说明及宪法法院第76/PUU-XV/2017号裁决,第27A条保护的法益客体仅限于**具体可识别的自然人(Individual / Natuurlijk Persoon)**。政府机关、法人团体(公司企业)、特定行业群体、社会组织或特定职务岗位本身,不得作为受害人提起第27A条的刑事控告。
* **程序保障:** 因其属亲告罪,印尼国家警察无权依职权主动立案调查,必须以自然人受害者的书面正式控告为前置法定程序。
#### 5. 合规指引与风险防范策略
* **个人与企业风控:** 企业在处理商业纠纷、客户维权响应、公开声明或内部通报时,严禁使用涉及特定个人(如前员工、供应商法人代表)且未经生效司法判决确认的指控性事实。
* **公共利益抗辩审查:** 针对公共政策、公共工程质量或公职人员履行职务行为的批评,只要基于客观事实、具有充分证据支持并出于改进公共治理之目的,而非进行人身攻击,即受法定豁免条款保护。