印尼法律智能与法规中心 专为民商法务清晰度、合同效力确定性与企业投资合规而优化。
AI 驱动自动起草 • 符合 OSS-RBA 及 2021年第5号条例标准
公司法、投资与并购 Comparison: Bahasa Indonesia & Mandarin Chinese (中文) 05 Nov 2026, 23:55 WIB

Undang undang kdrt

Direct URL: https://hukum.live/laws/lookup/undang-undang-kdrt-1/

Parallel Side-by-Side Analysis

🇮🇩

Bahasa Indonesia (Hukum Nasional)

Rujukan Pasal & Analisis Yuridis Resmi

### ANALISIS HUKUM & PASAL TERKAIT (BAHASA INDONESIA) Pemberantasan dan penanganan tindak Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) diatur secara komprehensif dalam **Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (UU PKDRT)**. Undang-undang ini bersifat *lex specialis* terhadap Kitab Undang-Undang Hukum Pidana () terkait tindak pidana kekerasan dalam relasi domestik. --- ### I. DEFINISI DAN RUANG LINGKUP RUMAH TANGGA #### 1. Definisi KDRT ( angka 1) Kekerasan dalam Rumah Tangga adalah setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis, dan/atau penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga. #### 2. Ruang Lingkup Rumah Tangga () Ruang lingkup orang yang dilindungi mencakup: * Suami, isteri, dan anak; * Orang-orang yang mempunyai hubungan kekeluargaan karena hubungan darah, perkawinan, persusuan, pengasuhan, dan perwalian, yang menetap dalam rumah tangga; dan/atau * Orang yang bekerja membantu rumah tangga dan menetap dalam rumah tangga tersebut (pekerja rumah tangga). --- ### II. BENTUK-BENTUK TINDAK PIDANA KDRT ( - 9) Undang-undang melarang 4 (empat) bentuk kekerasan: 1. **Kekerasan Fisik ():** Perbuatan yang mengakibatkan rasa sakit, jatuh sakit, atau luka berat. 2. **Kekerasan Psikis ():** Perbuatan yang mengakibatkan ketakutan, hilangnya rasa percaya diri, hilangnya kemampuan untuk bertindak, rasa tidak berdaya, dan/atau penderitaan psikis berat. 3. **Kekerasan Seksual ():** Meliputi pemaksaan hubungan seksual terhadap orang yang menetap dalam lingkup rumah tangga (*marital rape*) atau pemaksaan hubungan seksual terhadap salah seorang dalam lingkup rumah tangganya dengan orang lain untuk tujuan komersial dan/atau tujuan tertentu. 4. **Penelantaran Rumah Tangga ():** Menelantarkan orang dalam lingkup rumah tangganya, padahal menurut hukum yang berlaku baginya atau karena persetujuan/perjanjian ia wajib memberikan kehidupan, perawatan, atau pemeliharaan kepada orang tersebut. Termasuk penelantaran ekonomi yang membatasi ketergantungan ekonomi secara sewenang-wenang. --- ### III. SANKSI PIDANA POKOK ( - 49) * **Kekerasan Fisik ():** * Ayat (1): Pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp15.000.000,00. * Ayat (2): Mengakibatkan jatuh sakit atau luka berat: penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun atau denda paling banyak Rp30.000.000,00. * Ayat (3): Mengakibatkan matinya korban: penjara paling lama 15 (lima belas) tahun atau denda paling banyak Rp45.000.000,00. * Ayat (4): Kekerasan fisik ringan (tidak menimbulkan penyakit/halangan menjalankan pekerjaan): penjara paling lama 4 (empat) bulan atau denda paling banyak Rp5.000.000,00. * **Kekerasan Psikis ():** Penjara paling lama 3 (tiga) tahun atau denda paling banyak Rp9.000.000,00 (Kekerasan psikis ringan: penjara maksimal 4 bulan atau denda maksimal Rp3.000.000,00). * **Kekerasan Seksual ( - 48):** Penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun atau 20 (dua puluh) tahun, serta denda hingga Rp500.000.000,00 tergantung kualifikasi perbuatannya. * **Penelantaran Rumah Tangga ():** Penjara paling lama 3 (tiga) tahun atau denda paling banyak Rp15.000.000,00. --- ### IV. KARAKTERISTIK DELIK: ADUAN VS BIASA * **Delik Aduan (*Klachtdelict*) (, 52, 53):** * Kekerasan fisik ringan tanpa halangan aktivitas kerja ( ayat 4). * Kekerasan psikis ringan ( ayat 2). * Kekerasan seksual berupa pemaksaan hubungan seksual antar suami-istri (). * *Konsekuensi:* Hanya dapat dituntut apabila ada pengaduan resmi dari korban secara langsung. * **Delik Biasa (*Gewone Delict*):** * Kekerasan fisik biasa, berakibat luka berat, atau kematian ( ayat 1, 2, 3). * Penelantaran rumah tangga (). * *Konsekuensi:* Polisi wajib memproses secara hukum tanpa memerlukan izin atau pengaduan korban secara mutlak, dan laporan tidak serta merta gugur meski dicabut. --- ### V. PERLINDUNGAN KORBAN & PROSEDUR HUKUM (, 16 - 38) 1. **Hak-Hak Korban ():** Hak atas perlindungan dari kepolisian, kejaksaan, pengadilan, dan lembaga sosial; pelayanan kesehatan; penanganan khusus secara rahasia; pendampingan pekerja sosial dan bantuan hukum; serta pelayanan bimbingan rohani. 2. **Surat Perintah Perlindungan (*Protection Order*):** * **Perlindungan Sementara ():** Dikeluarkan oleh kepolisian dalam waktu 1x24 jam sejak laporan diterima, berlaku maksimal 30 hari. * **Perintah Perlindungan Pengadilan ( - 38):** Diterbitkan oleh Ketua Pengadilan Negeri dalam bentuk penetapan, dapat mencakup larangan mendekati korban, pembatasan hak pelaku atas tempat tinggal bersama, atau kewajiban membayar biaya penanganan medis korban. --- ### VI. PANDUAN PRAKTIS PENANGANAN KASUS BAGI PRAKTISI HUKUM 1. **Pengamanan Alat Bukti:** Segera lakukan *visum et repertum* (fisik) atau *visum et repertum psychiatricum* (psikis) di fasilitas kesehatan pemerintah/kepolisian. Amankan dokumentasi digital (rekaman suara, CCTV, pesan singkat/ancaman). 2. **Pelaporan ke Kepolisian:** Laporkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (Unit PPA) pada tingkat Polres atau Polda terdekat. 3. **Permohonan Perlindungan Darurat:** Ajukan permohonan Perintah Perlindungan Sementara ke Kepolisian secara simultan dengan pelaporan, dan hubungi LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban) jika terdapat ancaman keselamatan tingkat tinggi.
🇨🇳

中文对照与法定条款解读 (Mandarin Chinese)

Parallel Comparative Translation & Compliance Notes

### LEGAL ANALYSIS & STATUTORY PROVISIONS (MANDARIN CHINESE (中文)) 印度尼西亚针对家庭暴力(KDRT)的预防、处置及惩戒,主要受**印度尼西亚共和国2004年第23号法律《消除家庭暴力法》( tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga,简称 UU PKDRT)**管辖。针对家庭成员内部的暴力侵害行为,该法属于优于《印度尼西亚刑法典》()适用的“特别法”(*lex specialis*)。 --- ### 一、 家庭暴力的法定定义与适用范围 #### 1. 家庭暴力定义(第1条第1项) 家庭暴力是指在家庭范畴内,针对他人(尤其是女性)实施的任何行为,导致其身体、性、心理遭受痛苦或折磨,和/或遭受家庭遗弃,包括实施上述行为的恐吓、强迫或非法剥夺人身自由。 #### 2. 家庭成员与适用主体范围(第2条第1款) 法律保护的主体范畴涵盖: * 配偶(丈夫、妻子)及子女; * 因血亲、婚姻、哺乳、抚养及监护关系而在同一住所共同生活的亲属;以及/或者 * 在家庭中受雇协助家务并在该住所共同居住的人员(住家家政服务人员)。 --- ### 二、 家庭暴力的法定违法形态(第5条至第9条) 法律明确禁止以下四类暴力行为: 1. **身体暴力(Kekerasan Fisik,第6条):** 导致被害人身体疼痛、患病或遭受重伤的作为。 2. **心理/精神暴力(Kekerasan Psikis,第7条):** 导致被害人产生恐惧、丧失自信、丧失行为能力、无助感和/或严重精神痛苦的作为。 3. **性暴力(Kekerasan Seksual,第8条):** 包括强迫同一家庭住所内的成员发生性关系(婚内强奸/Marital Rape),或出于商业及其他特定目的强迫家庭成员与第三方发生性关系。 4. **家庭遗弃/经济遗弃(Penelantaran Rumah Tangga,第9条):** 依据适用法律或约定协议负有法定抚养、照料或赡养义务,但蓄意遗弃家庭成员的行为。亦包括限制家庭成员经济独立、施加任意经济管制的恶意行为。 --- ### 三、 刑事处罚基准(第44条至第49条) * **身体暴力罪(第44条):** * 第1款(普通身体伤害):处5年以下有期徒刑,或处最高1,500万印尼盾罚金。 * 第2款(致人重伤):处10年以下有期徒刑,或处最高3,000万印尼盾罚金。 * 第3款(致人死亡):处15年以下有期徒刑,或处最高4,500万印尼盾罚金。 * 第4款(轻微身体暴力,未致病且不影响日常工作):处4个月以下有期徒刑,或处最高500万印尼盾罚金。 * **心理精神暴力罪(第45条):** 处3年以下有期徒刑,或处最高900万印尼盾罚金(情节轻微者,处4个月以下有期徒刑或最高300万印尼盾罚金)。 * **性暴力罪(第46条至第48条):** 视具体加重情节,处4年至15年乃至20年有期徒刑,并处最高5亿印尼盾罚金。 * **家庭遗弃罪(第49条):** 处3年以下有期徒刑,或处最高1,500万印尼盾罚金。 --- ### 四、 诉讼属性分析:亲告罪与非亲告罪 * **亲告罪 / 告诉乃论之罪(Delik Aduan,第51、52、53条):** * 未造成工作障碍的轻微身体暴力(第44条第4款); * 轻微心理精神暴力(第45条第2款); * 配偶间的强迫性行为(第46条)。 * *法律后果:* 必须由被害人本人直接提出正式告诉,司法机关方可立案起诉;被害人撤诉后案件即予终结。 * **非亲告罪 / 公诉罪(Delik Biasa):** * 普通身体暴力、致人重伤或死亡(第44条第1、2、3款); * 家庭遗弃(第49条)。 * *法律后果:* 警方接报后须依职权主动启动侦查,不以被害人坚持追诉为前提,即便双方达成私下和解亦不能自动免除刑事侦查。 --- ### 五、 被害人保护制度与法定程序(第10条、第16条至第38条) 1. **被害人的法定权利(第10条):** 有权获得警察、检察院、法院及社会机构提供的安全保护;获得医疗救治;享有案件保密处理;获得社会工作者陪护与法律援助;以及接受心理与精神辅导。 2. **保护令制度(Perintah Perlindungan):** * **临时保护令(Perlindungan Sementara,第20条):** 由警方在接警受理后24小时内紧急签发,最长有效期为30天。 * **法院保护令(Perintah Perlindungan Pengadilan,第28条至第38条):** 由地方法院(Pengadilan Negeri)院长以裁定书形式签发。内容可包含:禁止施暴者接近被害人、限制施暴者对共同住宅的使用权、或责令施暴者承担被害人的全部医疗救治与庇护费用。 --- ### 六、 法律实务指引与合规救济措施 1. **证据保全与固证:** 应第一时间送往政府设立的医院或警方合作法医机构进行身体伤情鉴定(*visum et repertum*)或精神损伤鉴定(*visum et repertum psychiatricum*)。完整调取并固化监控录像(CCTV)、通信恐吓记录、证人证言等电子及书证证据。 2. **向专业机关报案:** 直接向县市级警察局(Polres)或省级警察厅(Polda)下设的“妇女与儿童保护专案组”(Unit PPA)报案。 3. **紧急救济措施:** 报案时应同步申请警方临时保护令;若被害人人身安全面临严重或持续性威胁,应立即向印尼证人与被害人保护局(LPSK)申请专项人身安全庇护。