corporate
Comparison: Bahasa Indonesia & Mandarin Chinese (中文)
05 Nov 2026, 07:45 WIB
Pasal 1320 KUHPerdata
双语对照语言:
Mandarin (中文)
Direct URL:
https://hukum.live/laws/lookup/pasal-1320-kuhperdata-4/
Parallel Side-by-Side Analysis
🇮🇩
Bahasa Indonesia (Hukum Nasional)
Rujukan Pasal & Analisis Yuridis Resmi
### ANALISIS HUKUM & PASAL TERKAIT (BAHASA INDONESIA)
#### I. Teks Statuter: Kitab Undang-Undang Hukum Perdata ()
Buku III tentang Perikatan, Bab II, mengatur syarat-syarat sahnya suatu perjanjian:
> *"Supaya terjadi persetujuan yang sah, perlu dipenuhi empat syarat:*
> 1. *kesepakatan mereka yang mengikatkan dirinya;*
> 2. *kecakapan untuk membuat suatu perikatan;*
> 3. *suatu pokok persoalan tertentu;*
> 4. *suatu sebab yang tidak terlarang."*
---
#### II. Klasifikasi Doktrinal & Analisis Yuridis
membagi keabsahan kontrak ke dalam dua kategori elemen fundamental:
##### 1. Syarat Subjektif (Menyangkut Para Pihak Pembuat Kontrak)
* **Syarat 1: Kesepakatan Para Pihak (*Consensus / Toestemming*)**
* Para pihak harus menyatakan kehendak bebas tanpa adanya cacat kehendak (*wilsgebreken*).
* Berdasarkan ****, kesepakatan tidak sah apabila diberikan karena kekhilafan (*dwaling*), paksaan (*dwang*), atau penipuan (*bedrog*).
* **Syarat 2: Kecakapan Para Pihak (*Capacity / Bekwaamheid*)**
* Kecakapan hukum untuk melakukan perbuatan perdata.
* Berdasarkan ****, pihak yang tidak cakap membuat perjanjian mencakup:
1. Orang-orang yang belum dewasa (merujuk pula pada batas usia dewasa jo. dan );
2. Mereka yang ditaruh di bawah pengampuan (*curatele*);
3. Orang-orang perempuan dalam hal ditetapkan undang-undang (ketentuan ini telah dicabut/tidak berlaku pasca ).
*Konsekuensi Hukum Pelanggaran Syarat Subjektif:*
Perjanjian tersebut **dapat dibatalkan** (*vernietigbaar* / *voidable*). Perjanjian tetap mengikat para pihak selama belum dibatalkan oleh Hakim atas permohonan pihak yang tidak cakap atau pihak yang kesepakatannya cacat ().
##### 2. Syarat Objektif (Menyangkut Objek dan Kausa Kontrak)
* **Syarat 3: Suatu Pokok Persoalan Tertentu (*A Certain Subject Matter / Bepaald Onderwerp*)**
* Perjanjian harus memiliki prestasi yang jelas jenisnya, dapat ditentukan jumlahnya, dan dapat diperdagangkan ( dan ).
* **Syarat 4: Suatu Sebab yang Tidak Terlarang (*Lawful Cause / Geoorloofde Oorzaak*)**
* Berdasarkan ** jo. **, suatu sebab adalah terlarang apabila dilarang oleh undang-undang, bertentangan dengan kesusilaan baik (*goede zeden*), atau ketertiban umum (*openbare orde*).
*Konsekuensi Hukum Pelanggaran Syarat Objektif:*
Perjanjian tersebut **batal demi hukum** (*nietig* / *null and void ab initio*). Kontrak dianggap tidak pernah ada sejak awal, tidak memiliki kekuatan mengikat, dan tidak dapat dimintakan pelaksanaan pemenuhannya di pengadilan.
---
#### III. Panduan Kepatuhan Praktis bagi Para Pihak
1. **Verifikasi Kewenangan & Kapasitas Hukum (Due Diligence):**
* Jika bertransaksi dengan badan hukum (PT), verifikasi anggaran dasar, kewenangan direksi, dan persetujuan organ (Dewan Komisaris/RUPS berdasarkan ).
2. **Identifikasi Objek Kontrak:**
* Spesifikasikan hak, kewajiban, barang, atau jasa secara presisi guna menghindari sengketa ambiguitas (*vagueness*).
3. **Uji Legalitas Kausa:**
* Pastikan substansi transaksi tidak bertentangan dengan regulasi sektoral yang berlaku di Indonesia (misal: ketentuan investasi, valuta asing/kewajiban Rupiah berdasarkan , perizinan berusaha ).
🇨🇳
中文对照与法定条款解读 (Mandarin Chinese)
Parallel Comparative Translation & Compliance Notes
### LEGAL ANALYSIS & STATUTORY PROVISIONS (MANDARIN CHINESE (中文))
#### 一、 法定条款原文:印度尼西亚《民法典》()第1320条
印度尼西亚《民法典》第三编“债法”第二章规定了合同成立与生效的法定实质要件:
> *“契约成立并生效,须具备下列四项要件:*
> 1. *订立契约各方当事人的合意(意思表示一致);*
> 2. *订立债权债务关系的民事行为能力;*
> 3. *确定或可确定的标的;*
> 4. *不违反法律禁止性规定的合法原因(合意事由)。”*
---
#### 二、 法理分类与深度法律分析
印尼《民法典》第1320条将合同生效要件严格划分为两大核心范畴:
##### 1. 主观要件(涉及立约当事人资格与意思表示)
* **第1项要件:各方当事人的合意(*Consensus*)**
* 立约各方必须出于完全自由之真实意志,不存在任何意思表示瑕疵(*wilsgebreken*)。
* 依据**《民法典》第1321条**,凡因重大误解(*dwaling*)、胁迫/欺骗(*dwang*)或欺诈(*bedrog*)而作出的合意,法律上均属无效合意。
* **第2项要件:立约民事行为能力(*Capacity*)**
* 指当事人依法独立从事民事法律行为并承担法律后果的能力。
* 依据**《民法典》第1330条**,无订立合同行为能力主体包括:
1. 未成年人(结合1974年第1号婚姻法经2019年第16号法修正案及民法典第330条判断成年标准);
2. 受监护人/受宣告禁治产人(*curatele*);
3. 法律另行规定的特定已婚妇女(注:该歧视性条款早已依据最高法院1963年第3号通函废止)。
*违反主观要件的法律后果:*
该合同属于**可撤销合同**(*Dapat dibatalkan / Voidable*)。在受损方或无行为能力人的法定代理人依法向法院请求撤销前,合同依然具有事实效力;一旦撤销,溯及自始无效(印尼《民法典》第1454条)。
##### 2. 客观要件(涉及合同标的与内容目的)
* **第3项要件:确定或可确定的标的(*Certain Subject Matter*)**
* 合同必须具备明确的给付内容,其标的物种类必须明确、数量可得确定,且属于法律允许流通之物(《民法典》第1332条及第1333条)。
* **第4项要件:合法原因/对价(*Lawful Cause / Geoorloofde Oorzaak*)**
* 依据**《民法典》第1335条与第1337条**,原因如属法律所明文禁止,或违反公共道德(*goede zeden*)、公共秩序(*openbare orde*)的,属于非法原因。
*违反客观要件的法律后果:*
该合同属于**自始绝对无效**(*Batal demi hukum / Null and void ab initio*)。合同在法律上自始不存在,不具备任何法律拘束力,法院不予强制执行。
---
#### 三、 商业实践与合规指引
1. **主体资格与履约授权尽职调查(Due Diligence):**
* 涉及印尼有限责任公司(PT)时,必须依据印尼2007年第40号《公司法》审查其公司章程(AD/ART)、董事会代表权限制及监事会/股东会审批文件。
2. **标的条款的严谨拟定:**
* 明确权利、义务、交付标准与结算机制,消除含糊不清(*vagueness*)的条款,防止因标的不明确引发争议。
3. **合法性审查(公共秩序与强制性规定):**
* 确保合同目的与对价符合印尼强行法规定,例如外商准入限制、2011年第7号《货币法》规定的境内强制使用印尼盾(Rupiah)结算要求,以及2021年第5号政府条例()项下的行业准入许可合规。