印尼法律智能与法规中心 专为民商法务清晰度、合同效力确定性与企业投资合规而优化。
AI 驱动自动起草 • 符合 OSS-RBA 及 2021年第5号条例标准
公司法、投资与并购 Comparison: Bahasa Indonesia & Mandarin Chinese (中文) 06 Nov 2026, 18:35 WIB

Pasal 156a KUHP

Direct URL: https://hukum.live/laws/lookup/pasal-156a-kuhp-2/

Parallel Side-by-Side Analysis

🇮🇩

Bahasa Indonesia (Hukum Nasional)

Rujukan Pasal & Analisis Yuridis Resmi

### ANALISIS HUKUM & PASAL TERKAIT (BAHASA INDONESIA) #### 1. Dasar Hukum dan Teks Otentik Ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana ( - WvS / ) disisipkan ke dalam melalui Penetapan Presiden Republik Indonesia No. 1/PNPS Tahun 1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama, yang kemudian diundangkan menjadi undang-undang berdasarkan . **Teks :** > *"Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan:* > *a. yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia;* > *b. dengan maksud agar supaya orang tidak menganut agama apa pun juga, yang bersendikan Ketuhanan Yang Maha Esa."* --- #### 2. Unsur-Unsur Tindak Pidana (Delik) Secara doktriner dan yuridis, memuat unsur-unsur delik sebagai berikut: 1. **Unsur Subjektif:** * **Dengan sengaja (*dolus*):** Pelaku menghendaki dan menginsafi (*willen en wetens*) perbuatan mengeluarkan perasaan atau tindakan tersebut beserta akibatnya. * **Maksud/Tujuan khusus (khusus untuk Butir b):** Memiliki *oogmerk* atau intensi agar orang lain tidak memeluk agama apa pun (mempromosikan ateisme di muka umum). 2. **Unsur Objektif:** * **Barang siapa:** Setiap orang sebagai subjek hukum pidana yang mampu bertanggung jawab (*toerekeningsvatbaar*). * **Di muka umum (*openbaar*):** Dilakukan di tempat yang dapat dilihat, didengar, atau diakses oleh publik (termasuk perluasan melalui ruang siber/media elektronik sesuai keterkaitan dengan ). * **Bentuk Perbuatan:** Mengeluarkan perasaan (pernyataan lisan/tulisan) atau melakukan perbuatan konkrit. * **Sifat Perbuatan (Kualifikasi Alternatif):** * *Huruf a:* Bersifat permusuhan (*vijandigheid*), penyalahgunaan (*oneigenlijk gebruik*), atau penodaan (*ontheiliging/belediging*) terhadap agama yang dipeluk di Indonesia. * *Huruf b:* Membujuk, memengaruhi, atau mengarahkan orang agar menjadi tidak beragama. --- #### 3. Hubungan Hukum dan Transisi Regulasi ( Baru / ) tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana ( Nasional) mereformasi ketentuan penodaan agama. Saat Baru berlaku efektif (2 Januari 2026): * Ketentuan lama dicabut dan digantikan oleh Bab VII (Tindak Pidana terhadap Agama, Kepercayaan, dan Kehidupan Beragama atau Kepercayaan), khususnya: * **:** Perbuatan di muka umum yang bersifat permusuhan, menyatakan kebencian atau permusuhan, atau hasutan untuk melakukan diskriminasi/kekerasan terhadap agama/kepercayaan (ancaman pidana penjara maksimal 3 tahun atau denda Kategori IV). * **:** Penodaan terhadap ajaran agama atau kepercayaan dengan pidana penjara maksimal 3 tahun. * **:** Penghasutan untuk tidak beragama/berkepercayaan di muka umum. --- #### 4. Implikasi Praktis dan Panduan Kepatuhan (*Compliance Guidance*) Bagi entitas korporasi, ekspatriat, media, dan individu: 1. **Penyaringan Konten Publik (*Public Discourse Clearance*):** Semua publikasi pemasaran, materi komunikasi publik, pertunjukan seni, atau siniar (*podcast*) wajib menghindari narasi yang menafsirkan doktrin keagamaan secara peyoratif atau menistakan simbol/ritual agama yang diakui di Indonesia. 2. **Kepatuhan Ketenagakerjaan & Keberagaman (*Workplace Harassment & Religion*):** Perusahaan wajib merumuskan peraturan perusahaan (*employee handbook*) yang melarang diskriminasi atau ujaran kebencian berbasis agama di lingkungan kerja guna menghindari pertanggungjawaban pidana perseorangan karyawan di ruang publik. 3. **Konvergensi :** Unggahan pada media sosial yang memuat materi dapat dijerat secara kumulatif dengan jo. (Ujaran Kebencian SARA).
🇨🇳

中文对照与法定条款解读 (Mandarin Chinese)

Parallel Comparative Translation & Compliance Notes

### LEGAL ANALYSIS & STATUTORY PROVISIONS (MANDARIN CHINESE (中文)) #### 1. 法律渊源与《刑法典》()第156条a款法定原文 印尼《刑法典》( - WvS / 1946年第1号法律)第156条a款系通过1965年关于防止滥用和/或亵渎宗教的第1/PNPS号总统令第4条增设,并随后依据1969年第5号法律正式确立为国家法律。 **第156条a款法定原文:** > *“任何人故意在公众面前发表言论或实施行为,符合下列情形之一的,处最高五年有期徒刑:* > *a. 旨在大体上对印度尼西亚所信奉的宗教具有敌意、滥用或亵渎性质;* > *b. 旨在使他人不信仰任何基于‘信仰独一上帝’(Ketuhanan Yang Maha Esa)原则的宗教。”* --- #### 2. 犯罪构成要件(Delik) 在法理学和司法实践中,该条款包含以下构成要件: 1. **主观要件(Subjektif):** * **故意(*Dolus*):** 行为人明知并希望(*willen en wetens*)实施该等发表言论或作为的行为,并对其危害结果持希望或放任态度。 * **特定目的(仅限b项):** 具备促使他人脱离任何宗教信仰(在公开场合宣扬无神论)的特定意图(*oogmerk*)。 2. **客观要件(Objektif):** * **主体(任何人 / *Barang siapa*):** 具备刑事责任能力(*toerekeningsvatbaar*)的自然人。 * **公然/在公众面前(*Di muka umum*):** 行为发生于公众可目睹、闻及或进入的场所(依司法实践,亦延伸涵盖互联网络/电子媒介空间)。 * **行为形式:** 发表思想/情感(口头或书面陈述)或实施具体举动。 * **行为性质(选择性要件):** * *a项:* 对印尼法定认可的宗教表现出敌视(*vijandigheid*)、歪曲/滥用(*oneigenlijk gebruik*)或亵渎/侮辱(*ontheiliging*); * *b项:* 诱导、劝说或唆使他人成为不信仰任何宗教者。 --- #### 3. 法律沿革与新旧法过渡(印尼《新刑法典》/ 2023年第1号法律) 印尼颁布的《刑法典》(2023年第1号法律,简称“新刑法典”)对宗教犯罪进行了系统性重构。自新刑法典正式生效起(2026年1月2日): * 原第156条a款将被废止,由新法第七章(侵犯宗教、信仰及宗教生活罪)替代,核心条款包括: * **2023年第1号法律第300条:** 在公众面前从事敌对行为、表达仇恨或煽动针对宗教/信仰实施歧视或暴力的行为(最高处3年监禁或第四级罚金)。 * **2023年第1号法律第301条:** 公然亵渎宗教教义或信仰,最高处3年监禁。 * **2023年第1号法律第302条:** 公然煽动他人放弃宗教信仰或成为无信仰者。 --- #### 4. 商业合规与实务指引(Compliance Guidance) 对于在印尼运营的外资企业、外籍人员、媒体机构及个人: 1. **公共内容合规审查(Public Discourse Clearance):** 企业的对外市场营销、广告方案、公关文稿、艺术演艺或播客内容,必须严格审查,禁止包含对印尼主流宗教教义的贬损性阐释,严禁破坏或侮辱宗教象征与仪式。 2. **用工合规与反宗教骚扰机制(Workplace Policy):** 跨国公司应在《员工手册》(PP/PKB)中明确设立反宗教歧视与禁止仇恨言论条款,防范员工在公开职场或代表公司时发表触犯宗教红线的言论,从而阻断企业法律风险。 3. **与《信息与电子交易法》()的竞合防范:** 凡在社交媒体或数字渠道公开发布涉及第156条a款的内容,通常会与经修订的第28条第(2)款(关于传播引发SARA仇恨信息的犯罪)产生法条竞合,面临数罪并罚或加重追责的刑事风险。