Hukum Korporasi, Investasi & M&A
Komparasi: Bahasa Indonesia & Mandarin Chinese (中文)
05 Nov 2026, 23:55 WIB
Undang undang kdrt
Bahasa Komparasi:
Mandarin (中文)
URL Langsung:
https://hukum.live/laws/lookup/undang-undang-kdrt-2/
Analisis Komparasi Berdampingan
🇮🇩
Bahasa Indonesia (Hukum Nasional)
Rujukan Pasal & Analisis Yuridis Resmi
### ANALISIS HUKUM & PASAL TERKAIT (BAHASA INDONESIA)
Pemberantasan dan penanganan Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) di Indonesia diatur secara spesifik dan komprehensif melalui **Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (UU PKDRT)**.
---
### 1. Dasar Hukum dan Definisi Yuridis
* **Dasar Hukum:** tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga.
* **Definisi KDRT ( angka 1 UU PKDRT):**
Kekerasan dalam Rumah Tangga adalah setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis, dan/atau penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga.
---
### 2. Ruang Lingkup Rumah Tangga ( UU PKDRT)
Subjek yang dilindungi dalam lingkup rumah tangga meliputi:
1. Suami, isteri, dan anak;
2. Orang-orang yang mempunyai hubungan keluarga dengan orang sebagaimana dimaksud pada angka 1 karena hubungan darah, perkawinan, persusuan, pengasuhan, dan perwalian, yang menetap dalam rumah tangga; dan/atau
3. Orang yang bekerja membantu rumah tangga dan menetap dalam rumah tangga tersebut (pekerja rumah tangga).
---
### 3. Klasifikasi Bentuk-Bentuk KDRT ( s/d 9 UU PKDRT)
melarang setiap orang melakukan KDRT terhadap orang dalam lingkup rumah tangganya melalui 4 (empat) bentuk:
1. **Kekerasan Fisik ():** Perbuatan yang mengakibatkan rasa sakit, jatuh sakit, atau luka berat.
2. **Kekerasan Psikis ():** Perbuatan yang mengakibatkan ketakutan, hilangnya rasa percaya diri, hilangnya kemampuan untuk bertindak, rasa tidak berdaya, dan/atau penderitaan psikis berat pada seseorang.
3. **Kekerasan Seksual ():** Meliputi pemaksaan hubungan seksual terhadap orang yang menetap dalam lingkup rumah tangga, atau pemaksaan hubungan seksual terhadap salah seorang dalam lingkup rumah tangganya dengan orang lain untuk tujuan komersial dan/atau tujuan tertentu.
4. **Penelantaran Rumah Tangga ():** Menelantarkan orang dalam lingkup rumah tangganya, padahal menurut hukum yang berlaku baginya atau karena persetujuan/perjanjian ia wajib memberikan kehidupan, perawatan, atau pemeliharaan kepada orang tersebut. Termasuk penelantaran yang mengakibatkan ketergantungan ekonomi dengan cara membatasi dan/atau mengontrol keuangan secara tidak wajar.
---
### 4. Hak-Hak Korban ( UU PKDRT)
Korban berhak mendapatkan:
* Perlindungan dari pihak keluarga, kepolisian, kejaksaan, pengadilan, advokat, lembaga sosial, atau pihak lainnya (termasuk penetapan Perintah Perlindungan Sementara oleh pengadilan);
* Pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan medis;
* Penanganan khusus berkaitan dengan kerahasiaan identitas korban;
* Pendampingan oleh pekerja sosial dan bantuan hukum pada setiap tingkat proses pemeriksaan; dan
* Pelayanan bimbingan rohani.
---
### 5. Ketentuan Sanksi Pidana Utama ( s/d 49 UU PKDRT)
| Pasal | Kategori Pelanggaran | Ancaman Pidana Penjara | Denda Maksimal |
| :--- | :--- | :--- | :--- |
| **** | Kekerasan Fisik (standar) | Maksimal 5 tahun | Rp15.000.000 |
| **** | Kekerasan Fisik mengakibatkan luka berat | Maksimal 10 tahun | Rp30.000.000 |
| **** | Kekerasan Fisik mengakibatkan mati | Maksimal 15 tahun | Rp45.000.000 |
| **** | Kekerasan Fisik ringan (tidak menimbulkan penyakit/halangan aktivitas) | Maksimal 4 bulan | Rp5.000.000 |
| **** | Kekerasan Psikis | Maksimal 3 tahun | Rp9.000.000 |
| **** | Kekerasan Psikis ringan (tidak menimbulkan penyakit/halangan aktivitas) | Maksimal 4 bulan | Rp3.000.000 |
| **** | Pemaksaan Seksual (Marital Rape / dalam lingkup RT) | 4 tahun s/d 15 tahun | Rp12.000.000 s/d Rp300.000.000 |
| **** | Penelantaran Rumah Tangga | Maksimal 3 tahun | Rp15.000.000 |
---
### 6. Karakteristik Delik (Aduan vs. Biasa)
* **Delik Aduan (*Klachtdelict*):** Hanya dapat diproses apabila dilaporkan oleh korban secara langsung. Berlaku untuk:
* Kekerasan fisik ringan oleh suami terhadap isteri atau sebaliknya ( ayat 4).
* Kekerasan psikis ringan oleh suami terhadap isteri atau sebaliknya ( ayat 2).
* Kekerasan seksual tertentu antar-suami-istri ().
* **Delik Biasa (*Gewone Delict*):** Dapat diproses hukum secara langsung oleh aparat penegak hukum tanpa memerlukan pengaduan mutlak dari korban, dan tidak dapat gugur semata-mata karena pencabutan laporan. Berlaku untuk kekerasan fisik sedang/berat ( ayat 1, 2, 3) dan penelantaran rumah tangga yang berdampak serius.
---
### 7. Langkah Prosedural dan Penanganan Korban
1. **Pemeriksaan Medis (*Visum et Repertum*):** Korban segera melakukan pemeriksaan medis di fasilitas kesehatan untuk mengamankan alat bukti visum fisik atau psikiatri (*visum et repertum psychiatricum*).
2. **Pelaporan Kepolisian:** Melapor ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) di tingkat Kepolisian Resor (Polres) atau Kepolisian Daerah (Polda).
3. **Permohonan Perlindungan (–38):** Memohon Surat Perintah Perlindungan (*Protection Order*) baik dari kepolisian (jangka pendek: 1x24 jam hingga 7 hari) maupun dari Pengadilan Negeri setempat (jangka panjang: hingga 1 tahun dan dapat diperpanjang).
🇨🇳
中文对照与法定条款解读 (Mandarin Chinese)
Parallel Comparative Translation & Compliance Notes
### LEGAL ANALYSIS & STATUTORY PROVISIONS (MANDARIN CHINESE (中文))
印度尼西亚针对反家庭暴力(Domestic Violence / KDRT)的预防、制止与处置,主要由**印度尼西亚共和国2004年第23号法令《消除家庭暴力法》( tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga,简称 UU PKDRT)**进行专门且全面的规范。
---
### 1. 法定依据与法律定义
* **法定依据:** 2004年第23号法令《消除家庭暴力法》(UU PKDRT)。
* **家庭暴力的法定定义(第1条第1款):**
家庭暴力是指在家庭范围内,针对某人(特别是女性)实施的任何违法行为,该行为导致受害者在身体、性、心理层面遭受痛苦或折磨,和/或导致家庭遗弃,包括在家庭范围内实施违法行为的威胁、强迫或非法剥夺人身自由。
---
### 2. 家庭成员的适用范围(第2条)
本法保护的家庭范围主体包括:
1. 丈夫、妻子及子女;
2. 因血缘、婚姻、哺乳、抚养或监护关系而与上述第1项人员存在亲属关系,并共同居住在同一住所内的人员;和/或
3. 协助从事家政工作并实际长期居住在家庭住所内的人员(家政服务人员)。
---
### 3. 家庭暴力的法定分类与形式(第5条至第9条)
第5条明确禁止任何人对家庭成员实施以下4(四)种形式的家庭暴力:
1. **身体暴力(第6条):** 导致他人感到肉体疼痛、致病或造成重伤的行为。
2. **心理暴力(第7条):** 导致受害者产生恐惧、丧失自信、丧失行动能力、无助感和/或遭受严重精神痛苦的行为。
3. **性暴力(第8条):** 包括强迫共同居住的家庭成员发生性行为,或为了商业目的/特定目的强迫家庭成员与第三方发生性行为。
4. **家庭遗弃(第9条):** 遗弃家庭范围内的成员,而根据适用法律或协议约定,行为人对其负有抚养、照顾或扶养的法定义务。这包括通过不合理地限制或控制财务,导致受害者产生经济依附的经济遗弃行为。
---
### 4. 受害者的法定权利(第10条)
受害者依法享有以下权利:
* 获得来自家庭、警方、检察院、法院、律师、社会福利机构或其他方面的保护(包括由法院裁定签发的临时保护令);
* 获得符合医疗需求的健康医疗救治服务;
* 获得关于个人身份隐私保密的专门处理程序;
* 在各阶段审查程序中,获得社会工作者的陪同及法律援助;以及
* 获得宗教/心理抚慰与疏导服务。
---
### 5. 主要刑事处罚规定(第44条至第49条)
| 条款 | 违法行为类别 | 监禁刑期上限 | 最高罚金 |
| :--- | :--- | :--- | :--- |
| **第44条第1款** | 身体暴力(一般情形) | 最高5年 | 1,500万印尼盾 |
| **第44条第2款** | 身体暴力导致重伤 | 最高10年 | 3,000万印尼盾 |
| **第44条第3款** | 身体暴力导致死亡 | 最高15年 | 4,500万印尼盾 |
| **第44条第4款** | 轻微身体暴力(未导致疾病/未妨碍日常活动) | 最高4个月 | 500万印尼盾 |
| **第45条第1款** | 心理/精神暴力 | 最高3年 | 900万印尼盾 |
| **第45条第2款** | 轻微心理暴力(未妨碍日常职业/活动) | 最高4个月 | 300万印尼盾 |
| **第46条** | 婚内强奸/家庭性暴力强迫 | 4年至15年 | 1,200万至3亿印尼盾 |
| **第49条** | 家庭遗弃行为 | 最高3年 | 1,500万印尼盾 |
---
### 6. 犯罪性质分类(亲告罪与公诉罪)
* **亲告罪(告诉才处理之罪 / *Klachtdelict*):** 必须由受害人亲自向司法机关提出控告方可启动刑事追诉。适用于:
* 夫妻之间实施的轻微身体暴力(第44条第4款);
* 夫妻之间实施的轻微心理暴力(第45条第2款);
* 夫妻之间实施的特定性暴力(第46条)。
* **公诉罪(普通罪 / *Gewone Delict*):** 执法机关(警方)一经发现即可主动立案侦查,无须以受害者报案为绝对前提,且该案通常不因私下撤诉而自动终止追诉。适用于一般及严重的身体暴力(第44条第1、2、3款)以及造成严重后果的遗弃行为。
---
### 7. 法律应对程序与实务操作指引
1. **法医鉴定与证据保全(*Visum et Repertum*):** 受害者应立即前往具有法定资质的医院进行身体伤痕检验(*Visum*)或精神损伤鉴定(*Visum et Repertum Psychiatricum*),确保证据链完整。
2. **向警方立案报案:** 直接前往属地县/市级警察局(Polres)或省级警察厅(Polda)下设的“妇女与儿童保护科”(Unit Pelayanan Perempuan dan Anak / PPA)报案。
3. **申请保护令(第16至38条):** 依职权向警方申请紧急临时保护令(由警方签发,期限为1×24小时至最长7天);或向当地地方法院(Pengadilan Negeri)申请司法保护令(期限最长可达1年,期满可申请延期)。